UU & Peraturan

Kades Sangrawayang Siap Membantu Sosialisasi Undang-undang Tentang Batas Usia Pernikahan Anak

Ence Diana, Kepala Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi.

BALAIDESA.id – Pemerintah telah mengesahkan Undang – undang (UU) No 16 Tahun 2019 tentang pernikahan, perubahan utamanya pada pasal 7.

Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun,” begitu bunyi Pasal 7 ayat (1) UU No. 16 Tahun 2019 itu seperti dikutip laman setkab.go.id ditulis Kamis (24/10/2019).

Perubahan UU tersebut tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para aktivis pembela hak-hak perempuan dan anak di Indonesia, seperti Koalisi Perempuan Indonesia (KPI).

Darwinih, Sekretaris KPI Wilayah Jawa Barat menyampaikan, bahwa di Jawa Barat pihaknya telah banyak melakukan sosialisasi terkait perubahan UU pernikahan tersebut.

“Sejak Undang-Undang itu disahkan, kami dari KPI terus lakukan sosialisasi, seperti sekarang,” kata Darwinih saat ditemui dalam acara Lokakarya Penguatan Jaringan KPI di Pendopo Kabupaten Sukabumi,Kamis (16/01/2020).

“Kami tak bisa sendiri, lanjut Darwinih, kami sangat perlu dukungan, terutama ditingkat desa kami ingin ada Peraturan Desa (Perdes) atau edaran dari Kepala Desa terkait Perubahan Undang-undang ini kepada warganya,” Pungkas Darwinih.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sangrawayang Kecamatan Simpenan Sukabumi, Ence Diana saat dihubungi melalui WhatsApp Sabtu (25/01/2020), menyatakan siap membantu untuk sosialisasi UU no 16 tentang Batas Usia Pernikahan anak.

“Undang-undang itu kan sudah disahkan pemerintah, saya sebagai Kepala Desa harus mendukung dan mensosialisasikan,” ujar Ence Diana.

Lebih jauh Ence berharap dengan adanya UU tersebut dapat menekan angka pernikahan anak di bawah usia 19 tahun serta terjaminnya hak perempuan di desanya.

“Kita dorong anak-anak agar mau tuntaskan pendidikannya, selanjutnya kita laksanakan program pemberdayaan untuk anak-anak perempuan agar bisa berkarya sendiri,” harapnya.

Mengakhiri penjelasannya, Ence juga tengah memikirkan program dan tata ruang di desanya kedepan agar dapat menjadi desa yang ramah anak.

“Saya ingin desa Sangrawayang ini, menjadi desa yang ramah anak,” pungkasnya.

Bagikan